TAFSIR AL MISBAH
Harga Tunai Rp. 1.980.000
TAFSIR AL-MISHBAH Merupakan Tafsir Alqur’an lengkap 30 juz yang dikarang oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab, yang dituangkan menjadi 15 Volume buku Tafsir. Keindonesiaan penulis memberi warna yang khas dan menarik serta relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah SWT yang abadi. Mari terangi qolbu dan jiwa kita dengan Tafsir Al-Misbah.
Terdapat pendahuluan sebelum masuk ke surat yang berisikan tentang :
Jumlah ayat, dimana diturunkannya surat, surat yang diturunkan sebelum surat tersebut, pengambilan nama surat, hubungan dengan surah lain, gambaran menyeluruh tentang isi surat & asbabunpembaca mendapatkan gambaran dasar tentang surat & memudahkan pemahaman tentang surat
contoh :
Surah al-waqi’ah
(isi pada pembatas surah)
Surah ini terdiri dari 96 ayat, termasuk golongan surah-surah makkiyyah, diturunkan sesudah surah thaha, bernama al-waqi’ah yang berarti “hari kiamat” diambil dari ayat pertama.
(isi pada pendahuluan/pengantar)
- Merupakan salah satu surah yang turun sebelum nabi saw berhijrah, tetapi ada pendapat (al-qurtubi)bahwa ayat 82 turun di madinah.
- Nama al-waqiah sudah dikenal pada masa nabi saw, ketika sayyidina abu bakar ra menyampaikan kepada nabi
- Tema surah ini adalah uraian tentang hari kiamat serta penjelasan
- Merupakan surah ke 46 dari segi perurutan turunnya, setelah thaha & sebelum asy-syura’. Jumlah ayat 99 menurut mayoritas pakar qiroat
Tampilan setiap surat dikelompokan menurut kandungannya pembaca menjadi lebih mudah dalam memahami kandungan surat secara keseluruhan
contoh :
Surah al-waqi’ah
Kelompok i (ayat 1 – 9) : mengenai kepastian hari kiamat & rincian kejadiannya. Manusia terbagi jadi 3 golongan
Kelompok ii (ayat 10 – 26) : menguraikan tentang kelompok / golongan ke satu / tertinggi (as-sabiqun)
Kelomok iii (ayat 27 – 40) : menguraikan tentang kelompok / golongan kanan/kedua (al-yamin)
Kelompok iv (ayat 41 – 56) : menguraikan tentang kelompok ke tiga (ashhabusy-syimal)
Kelompok v (ayat 57 – 82) : penjelasan (terhadap ketiga golongan tersebut) tentang bukti-bukti adanya kebangkitan
Kelompok vi (ayat 83 – 96) enegasan kembali tentang kekuasaannya. Pembalasan (bagi golongan kiri) & ganjaran (bagi golongan kanan)& penegasan bahwa yang disampaikan dalam surah ini adalah hak
Dalam penerjemahan/penjelasan ayat, dibubuhi kalimat-kalimat penegasan (penjelasan)pembaca lebih mudah dalam memahami ayat, karena kalimat menjadi mengalir & jelas
contoh :
Surah al-waqi’ah
ﺭﺍﻓﻌﺔ ﺧﺎﻓﻀﺔ ()ﮐﺎﺫﺑﺔ ﻠوﻗﻌﺘﻬﺎ ﻠﻴﺲ () ﺍﻠوﺍﻗﻌﺔ وﻗﻌﺖ ﺇﺫﺍ
………………….apabila terjadi kejadian itu yakni hari kiamat. Tidak seorangpun menyangkut kejadiannya yakni kepastian kejadiannya dan keadaan yang terjadi ketika itu, kecil atau besar, rinci atau global, menyenangkan atau menyusahkan yang dapat didustakan yakni dia sangkal. Karena segala sesuatu nampak jelas dan pasti. Ia yakni peristiwa itu sangat merendahkan dan menyengsarakan kelompok tertentu yakni yang durhaka kepada allah lagi meninggikan dan membahagiakan kelompok yang lain yakni yang taat kepadanya.
Terdapat penjelasan untuk kalimat yang terdapat dalam ayatpembaca lebih memahami ayat, karena berangkat dari arti / pengertian per-kata dalam ayat
contoh :
Surah al-waqi’ah
ﺭﺍﻓﻌﺔ ﺧﺎﻓﻀﺔ ()ﮐﺎﺫﺑﺔ ﻠوﻗﻌﺘﻬﺎ ﻠﻴﺲ () ﺍﻠوﺍﻗﻌﺔ وﻗﻌﺖ ﺇﺫﺍ
“apabila terjadi kejadian itu. Tidak seorangpun menyangkut kejadiannya yang dapat dia dustakan. Ia sangat merendahkan lagi meninggikan”
Ayat di atas menamai hari kiamat dengan (أﻠوﺃﻗﻌﺔ) /kejadian atau peristiwa ayat ini hanya menamai peristiwa, karena kejadiannya sedemikian jelas & pasti, sehingga walaupun tidak dijelaskan peristiwa apa itu,seharusnya semua manusia telah mengetahuinya. Kata yang digunakan ayat di atas dibubuhi (أﻝ) pada awalnya yang dinamai al kamal dan dibubuhi pula (ﺔ) pada akhirnya yang dinamai ta al-muballaghah untuk mengisaratkan betapa hebat dan sempurnanya peristiwa itu. Tidak ada peristiwa lain yang menyamainya.
Firmannya ; (ﺧﺎﻓﻀﺔ ﺭﺍﻓﻌﺔ ), terambil dari kata………………
Untuk beberapa kalimat/kata, diberikan rujukan bagi pembaca jika ingin mengetahui penjelasan lebih lanjut
Penyebutan sumber (yang mengeluarkan) pendapat
pembaca mengetahui bahan/rujukan lain yang berhubungan .
Pembaca mengetahui dari mana dasar landasan tentang suatu pendapatﺍﻠﺑﯾﺎﻦ ﻋﻠﻣﻪ (ayat ke empat surah ar-rahman)
……………………………………bahkan menurut al – biqa’i, kata al-bayan adalah potensi berfikir..…………..
Pembahasan lebih luas menyangkut anugerah allah tentang al-bayan ini dikemukakan oleh sayyid quthub. Rujuklah ke sana jika anda berminat!.
Dari cara penyajian tersebut
- pendahuluan surat
- pengelompokan ayat
- penjelasan kata dalam ayat
- penjelasan yang mengalir
- informasi tentang rujukan lain yang berhubungan
- dll
Sangat tepat sekali jika tafsir ini diberi tema/judul
“pesan, kesan & keserasian al-qur’an”










