Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Khotun
● online
Khotun
● online
Halo, perkenalkan saya Khotun
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buku Anak Muslim Nutrisi Otak dan Hati Anak

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
  • Assalamu'alaikum, Ayah Bunda! Selamat Datang di BukuAnak.web.id
  • πŸ“š ❯ Pusat Buku Edukasi & Karakter Anak Muslim Terpercaya
  • 🚚 ❯ Melayani Pengiriman ke Seluruh Indonesia
  • 🎁 ❯ Dapatkan Promo Spesial untuk Pembelian Paket Hemat
  • πŸ’¬ ❯ Butuh Rekomendasi Buku? Chat WhatsApp Kami di Pojok Kiri Atas
  • πŸ“– ❯ Mari Hadirkan Ilmu Bermanfaat di Rumah Kita
Beranda » Blog » Menanamkan Tauhid Sejak Dini: Metode Rasulullah Mendidik Anak

Menanamkan Tauhid Sejak Dini: Metode Rasulullah Mendidik Anak

Diposting pada 1 Oktober 2024 oleh Amr Abdul Jabbar / Dilihat: 73 kali / Kategori:

Ayah dan Bunda, setiap orang tua pasti mendambakan anak yang cerdas. Namun, sebagai Muslim, kecerdasan akal saja tidak cukup. Ada pondasi yang jauh lebih krusial yang harus dibangun sebelum kita mengajarkan berhitung atau membaca, yaitu: Tauhid.

Mengenalkan Allah kepada anak bukanlah materi “kuliah tingkat tinggi”. Justru, ini adalah materi dasar yang harus menjadi start awal pengasuhan kita. Rasulullah Shallallahu β€˜alaihi wa sallam telah memberikan teladan yang indah bagaimana menanamkan benih keimanan yang kokoh pada jiwa anak-anak yang masih fitrah.

Bagaimana caranya? Berikut adalah langkah-langkah praktis menanamkan tauhid sejak dini ala Rasulullah:

1. Kalimat Pertama adalah Kalimat Tauhid

Para ulama menyarankan agar kalimat pertama yang didengar dan diajarkan kepada anak saat mereka mulai belajar bicara adalah kalimat Laa ilaha illallah.

Jangan biarkan lisan mungil mereka lebih dulu fasih menyanyikan lagu-lagu yang tidak bermanfaat dibandingkan menyebut nama Penciptanya. Ketika anak mulai bisa menunjuk sesuatu, ajarkan bahwa “Ini ciptaan Allah”, “Itu anugerah Allah”. Jadikan nama “Allah” akrab di telinga dan lisan mereka sejak masa golden age.

2. Dialog Iman di Momen Sehari-hari

Pendidikan tauhid tidak harus dilakukan di dalam kelas formal. Rasulullah mengajarkan tauhid di momen santai, bahkan saat sedang dalam perjalanan.

Ingatkah kita pada nasihat indah Rasulullah kepada sepupu kecilnya, Ibnu Abbas Radhiyallahu β€˜anhuma, saat sedang dibonceng menunggang hewan tunggangan? Beliau bersabda:

“Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah…” (HR. Tirmidzi)

Ayah dan Bunda bisa meniru metode ini. Saat anak terjatuh dan menangis, ajarkan ia berdoa memohon kesembuhan pada Allah sebelum mencari obat luka. Saat hujan turun, katakan, “Lihat, Allah sedang menurunkan rahmat-Nya.” Hubungkan setiap kejadian dengan kebesaran Allah.

3. Kenalkan Sifat-Sifat Allah dengan Bahasa Sederhana

Anak-anak adalah penanya yang ulung. “Bunda, Allah ada di mana?”, “Allah sayang aku tidak?”. Jangan matikan rasa ingin tahu ini. Jawablah dengan jawaban yang sesuai dengan pemahaman mereka namun tetap benar secara syariat.

Ceritakan bahwa Allah Maha Melihat (Al-Bashir), sehingga anak merasa selalu diawasi dan takut berbuat nakal meski Ayah Bunda tidak melihat. Ceritakan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq), agar anak tidak menjadi pribadi yang pelit dan selalu bersyukur atas mainan atau makanan yang dimilikinya.

4. Teladan adalah Kunci Utama

Anak adalah peniru ulung. Sulit menanamkan cinta kepada Allah jika mereka melihat orang tuanya lalai shalat. Sulit mengajarkan mereka takut kepada Allah jika orang tuanya masih sering berbohong atau berkata kasar.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah mengingatkan bahwa kerusakan anak sebagian besar disebabkan oleh kelalaian orang tua dalam memberikan pendidikan agama dan keteladanan. Maka, jadilah “cermin” yang baik. Biarkan anak melihat Ayah dan Bunda berdoa dengan khusyuk, membaca Al-Qur’an dengan rutin, dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada Allah.

Penutup

Mendidik anak di zaman penuh fitnah ini memang berat. Namun, jika pondasi tauhid sudah tertanam kuat, insya Allah anak kita akan memiliki “imun” yang kuat terhadap pengaruh buruk lingkungan. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga hidup hatinya.

Ingin mengenalkan Allah dan Rasul-Nya dengan cara yang lebih menyenangkan?

Buku adalah sarana terbaik untuk membantu Ayah dan Bunda menjelaskan konsep keimanan yang abstrak menjadi cerita yang mudah dipahami. Temukan koleksi buku tauhid dan kisah teladan untuk anak di BukuAnak.web.id. Mari bangun perpustakaan iman di rumah kita!

 

Tags: , , ,

Bagikan ke

Menanamkan Tauhid Sejak Dini: Metode Rasulullah Mendidik Anak

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Menanamkan Tauhid Sejak Dini: Metode Rasulullah Mendidik Anak

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: