Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Khotun
● online
Khotun
● online
Halo, perkenalkan saya Khotun
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buku Anak Muslim Nutrisi Otak dan Hati Anak

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
  • Assalamu'alaikum, Ayah Bunda! Selamat Datang di BukuAnak.web.id
  • 📚 ❯ Pusat Buku Edukasi & Karakter Anak Muslim Terpercaya
  • 🚚 ❯ Melayani Pengiriman ke Seluruh Indonesia
  • 🎁 ❯ Dapatkan Promo Spesial untuk Pembelian Paket Hemat
  • 💬 ❯ Butuh Rekomendasi Buku? Chat WhatsApp Kami di Pojok Kiri Atas
  • 📖 ❯ Mari Hadirkan Ilmu Bermanfaat di Rumah Kita
Beranda » Blog » Peran Ayah dalam Tarbiyah: Jangan Sampai Anak Menjadi “Yatim” Meski Ayah Masih Ada

Peran Ayah dalam Tarbiyah: Jangan Sampai Anak Menjadi “Yatim” Meski Ayah Masih Ada

Diposting pada 1 Januari 2025 oleh Amr Abdul Jabbar / Dilihat: 87 kali / Kategori:

peran ayah

Ayah, pernahkah mendengar istilah “Fatherless Country”? Sayangnya, Indonesia sering disebut sebagai salah satu negara dengan tingkat kehadiran ayah yang minim dalam pengasuhan.

Banyak anak yang secara biologis memiliki ayah, tapi secara psikologis dan spiritual mereka “yatim”. Ayahnya ada di rumah, tapi jiwanya tidak hadir. Ayahnya sibuk dengan pekerjaan, hobi, atau gadget-nya sendiri, sehingga anak tumbuh tanpa figur maskulinitas yang mendidik.

Padahal dalam Islam, Al-Qur’an justru banyak merekam dialog pendidikan antara Ayah dan Anak, bukan Ibu dan Anak.

Mengapa Nama Luqman Diabadikan?

Salah satu bukti terkuat peran ayah adalah Surat Luqman. Allah mengabadikan nama Luqman Al-Hakim, seorang laki-laki shalih (bukan Nabi), karena keberhasilannya mendidik anaknya.

Nasihat-nasihat tauhid, adab, dan akhlak di dalam surat tersebut keluar dari lisan seorang Ayah. Ini adalah sinyal keras dari Allah bahwa Ayah adalah penanggung jawab utama pendidikan (Tarbiyah), sementara Ibu adalah madrasah pelaksananya. Jangan sampai beban berat ini ditumpahkan 100% ke pundak istri.

Ayah Bukan Sekadar Mesin ATM

Mencari nafkah memang kewajiban utama seorang Qawwam (pemimpin). Namun, nafkah bukan hanya soal uang belanja (nafkah materi). Ada nafkah batin dan nafkah ilmu yang wajib ditunaikan.

Anak yang kehilangan sosok ayah biasanya akan mencari pelarian. Anak laki-laki menjadi lembek atau kasar karena tidak punya role model kepemimpinan, sementara anak perempuan mudah jatuh hati pada laki-laki yang salah karena “haus” kasih sayang laki-laki.

3 Cara Ayah Hadir dalam Tarbiyah

Ayah yang sibuk bekerja tetap bisa menjadi ayah yang hebat. Kuncinya bukan pada durasi waktu, tapi kualitas interaksi.

  1. Jadilah Imam Shalat di RumahBagi anak laki-laki, melihat punggung ayahnya saat sujud adalah pelajaran tanpa kata yang paling membekas. Ajak mereka ke masjid. Bagi anak perempuan, mendengar lantunan ayat dari suara berat ayahnya adalah ketenangan jiwa.
  2. Dongeng Sebelum Tidur (Bedtime Story)Luangkan waktu 15 menit saja sebelum mereka tidur. Bacakan kisah Nabi atau Sahabat. Suara ayah yang berat dan berwibawa sangat efektif untuk menanamkan karakter pada alam bawah sadar anak. Ini momen bonding yang tak tergantikan.
  3. Dengarkan Cerita MerekaSaat pulang kerja, jangan langsung buka HP. Tanya kabar mereka, “Hari ini main apa?”, “Ada yang bikin sedih nggak?”. Jadilah pendengar yang baik agar kelak saat remaja, mereka tidak curhat ke orang asing di media sosial.

Penutup

Ayah, karir bisa dikejar, uang bisa dicari, tapi masa kecil anak tidak akan pernah bisa diulang. Pulanglah ke rumah, bukan hanya membawa lelah dan uang, tapi bawalah cinta dan ilmu untuk mereka.

Jadilah ayah yang kehadirannya dinanti, dan kepergiannya dirindukan. Bukan ayah yang kehadirannya membuat tegang, dan kepergiannya membuat lega.

Ingin punya bahan obrolan bermutu dengan anak?

Kami menyediakan buku-buku Siroh dan Kisah Teladan yang sangat cocok dibacakan oleh seorang Ayah. Bangun kedekatan dengan si kecil lewat cerita kepahlawanan Islam yang ada di BukuAnak.web.id.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Peran Ayah dalam Tarbiyah: Jangan Sampai Anak Menjadi “Yatim” Meski Ayah Masih Ada

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Peran Ayah dalam Tarbiyah: Jangan Sampai Anak Menjadi “Yatim” Meski Ayah Masih Ada

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: